Permainan Edukasi Untuk Anak-anak kecil secara islam

shares |

Permainan Edukasi Untuk Anak


Indah jadi meringis sendiri buat postingan ini. Soalnya Indah bukan guru ataupun orang tua dan bukan pula seorang mentor. Indah cuman mau berbagi, 3 games/permainan  edukasi buat anak atau murid yang sahabat punya. Tapi, yang pastinya permaianan edukasi ini masih memberikan nilai-nilai islam di dalamnya. Indah mulai :
Bahan:
1. Al-Qur’an
2. karpet
3. meja
Cara Bermain:
Caranya Indah uraikan sendiri saja nih. Kebetulan permainan ini pernah Indah coba tapi dengan benda yang lain. Begini caranya:
Gelar karpet dan di tengah karpet taruh meja yang diatasnya al-qur’an. kemudian cara bermainnya adalah salah satu dari anak/murid beridiri di sebelah kerpet. Tapi tidak menyentuhnya. Indah kasih gambarnya ala Indah ya. Walaupun gambar Indah enggak bagus sih. Tapi semoga ada sahabat bis a ngerti maksudnya. :
Bisa dilihat ya. Ada orangnya. Kotak berwarna warni itu karpetnya. Lalu di dialam karpet ada meja (warnanya hitam di tengah. Lalu di atas meja ada kotak berwarna kuning. Itu al-qur’annya ceritanya. Hehe.
Nah, Sekarang udah jelaskan? Iya kan? (Iyain aja deh ya). Tantangannya adalah bagaimana tanpa “menginjak” karpet murid “bisa” mangambil al-qur’an tersebut.
Perhatikan baik-baik. Bagaimana murid dapat “mangambil” al-qur’an tanpa harus “menginjak” karpet.
Nah Indah punya jawaban dan solusi.
Caranya adalah menggulung karpet itu kemudian mengambil al-qur’an itu. Jadi tanpa menginjak karpet bukan? Iyap! Oh iya, qur’an boleh diganti dengan berbagai macam.
Permainan enggak hanya permainan aja sahabat! Tapi, dengan memberikan pembelajaran dalam permainan tersebut. Salah satunya dari permainan di atas. Yaitu, intinya :
“Karpet itu adalah diri kalian, lalu bagaimana kalian bisa mengamali al-qur’an serta menghafalkannya dan ada cara untuk kalian bisa melawan diri kalian agar diri kalian bisa menggapainya”
Indah punya lagi nih! Ini gamesnya lebih simple. Ini tentang bagaimana dalam satu kelas/forum bisa kenal satu sama lain.
Bahan:
1. satu barang (contoh : apel, buku, tempat pensil, dll)
Cara bermain.:
Buat sebuah lingkaran. Mislanya kita ambil medianya adalah tempat pensil. Lalu, kemudian dari murid yang pertama berakata. “Ini tempat pensil yang saya dapatkan dari Kak/Bu Nina (Anggap saja begitu).
Lalu orang yang menerima memberikan kepada orang sebelahnya tapi dengan berkata, “Ini tempat pensil dari Kak Nina dari  A (sebut namanya)” Kemudian yang menerima memberikan tempat pensil itu lagi ke tempat sebelahnya dan berkata. “Ini tempat pensil dari Kak Nina dari A kemudian dari b”. Kemudian begitu terus selanjutnya.
Ini agar dalam satu forum bisa menghafal nama sesamanya!
Lalu yang terakhir Indah punya satu permainan lagi, Tapi ini lebih ribet lagi. Biasanya dipraktekkan oleh guru. Mungkin aja sahabat yang berprofesi menjadi guru bisa mencoba ini. Ini tentang akhlaq dan rasa kebencian.
Bahan:
1. Apel
2. Katong plastik
Caranya:
Suruh murid-murid sahabat membawa buah apel. Apel apa saja dengan plastiknya. Tapi jumlah apelnya sesuai dengan jumlah orang yang murid sahabat tidak sukai, orang yang murid sebelin, dan orang yang dibenci oleh murid sahabat.
Setelah esok hari, mungkin murid sahaba ada yang membawa 2 apel. Atau 5 apel, bahkan mungkin ada yang 10 apel. Lalu apa yang harus sahabat lakukan? Mungkin sahabat mengira akan memakannya. Hehe, Bukan sahabat! Bukan!
Suruhlah murid-murid membawa apel itu dengan kantong plastiknya ke mana-mana selama seminggu atau mungkin boleh sampai 2 minggu. Ya, ke mana pun mereka pergi. Mereka sedang nonton televisi, mereka harus bawa apelnya. Mereka ke sekolah harus bawa juga. Kalau mereka ke toilet juga harus bawa apelnya!
Kemudian, selang satu minggu itu. Mereka membawanya ke sekolah. Mungkin mereka akan capek membawanya terus. Bahkan apel itu menjadi busuk dan berbau tidak sedap. Hmm, emang tidak enak!
Mungkin murid-murid akan mengatakan dalam hatinya, “Guru ini mengerjai  saya”. Padahal sejatinya tidak. Mungkin mereka hampir mau pingsan mencium bau apel tak sedap itu.
Nah, sahabat bisa beri tahu mereka. Bahwa, itulah sebenarnya hati mereka. Coba jumlah apel yang mereka bawa adalah orang yang mereka benci kan? Begitulah perasaan mereka! Mereka membawanya selama berhari-hari. Padahal sejatinya mereka ibarat membawa buah apel yang busuk di hatinya.  Nah pasti sahabat bisa membelikan kesimpulan dengan kata-kata sahabat sendirikan? 🙂
sumber:indahislam.com
oleh: olviana camunie
kelas: ap 201

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar