Penelitian Observasi Pada Tukang Parkir

shares |


Dari Hasil Observasi yang saya lakukan yaitu mewawancarai Seorang tukang parkir yang sering kali dipandang sebelah mata, bahkan tidak jarang pula banyak yang merendahkan pekerjaannya. Mungkin karena pekerjaan mereka yang hanya terlihat sekedar menjaga kendaraan atau mengatur parkir kendaraan saja, tanpa kita sadari sesungguhnya betapa besar peran para tukang parkir tersebut bagi kita pengguna kendaraan.

Apa yang dilakukan olehnya merupakan salah satu bentuk nyata keikhlasan jasanya karena telah menjaga berbagai kendaraan yang terpakir di halaman, tanpa adanya tukang parkir tersebut tentu kita sebagai pemilik kendaraan yang terpakir akan merasa was-was apabila harus meninggalakan kendaraan yang terpakir tanpa ada tukang parkir yang mengawasi.

Tukang parkir adalah sebuah pekerjaan yang biasanya dikerjakan bagi mereka yang sudah tidak dapat lagi pekerjaan, karena itu mereka lebih memilih menjadi tukang parkir dibandingkan mereka tidak bekerja. Pekerjaannnya biasanya yaitu menjaga kendaraan-kendaraan yang datang dan terparkir dihalaman-halaman seperti toko, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya. Menjadi tukang parkir tidaklah hanya orang tua saja yang menekuninya, namun kenyataannya masih banyak anak-anak remaja berusia belasan tahun yang bekerja sebagai tukang parkir, alasannya mereka katakan karena ingin membantu-bantu orang tua atau karena tidak ada pilihan lain karena sudah tidak sekolah dan karena faktor ekonomi. Kami mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai dari 5 narasumber penjaga parikr yang berbeda-beda lokasinya, dan inilah hasil laporan observasi kami :

Narasumber 1
Pak S.Maulana adalah seorang laki-laki yang berusia 48 tahun, yang masa tuanya sudah ia habiskan menjadi tukang parkir selama 2 tahun di Waroeng Steak And Shake. Pak S.Maulana tinggal di Jl. Fatimah yang jaraknya tida kjauh dari tempat ia menjada parkir, menurutnya sudah tidak ada lagi pilihan pekerjaan baginya, karena ia hanya lulusan Sekolah Dasar. Biasanya Pak Maulana mulai memarkir kendaraan dari pukul 11.00-23.00 WIB. Dengan penghasilannya yang dikatakan tidak menentu perharinya, dihari biasa ia bisa dapat sampai 150rb dan dihari libur ia bisa mendapatkan penghasilan sampai 200rb per harinya. Namun dengan penghasilan yang jika dihitung-hitung belum dapat memenuhi tanggungan bagi keluarganya, Pak Maulana mengaku senang dan menikmati pekerjaannya sebagai tukang parkir karena pekerjaan ini membuat ia dapat membantu banyak orang dengan menjaga kendaraan yang terparkir.


Narasumber 2
Irvan Vadila adalah seorang anak remaja yang berusia 14 tahun yang menjadi tukang parkir di sebuah rumah makan di Depok, Irvan merupakan anak kandung dari Bapak S.Maulana yang juga berprofesi sebagai tukang parkir. Haya bermodalkan lulusan Sekolah Dasar ia merasa tidak ada pekerjaan yang dapat ia lakukan dan jika ingin melanjutkan sekolah pun ia tidak memiliki biaya. Irvan biasa menjaga parkir dari pukul 12.00-22.00 WIB. Dengan penghasilan yang perharinya hanya mendapatkan 150rb dan terkadang juga bisa dapat kurang dari itu, namun tidak ada kata lelah dan mengeluh yang keluat dari Irvan, ia menikmati dan mensyukuri pekerjaannya sebagai tukang parkir, ia bisa sambil bermain dan lari kesana-sini jika parkiran sedang sepi pengunjung.


Narasumber 3
Dede Syamsudin adalah seorang laki-laki yang berusia 20 tahun yang berprofesi sebagai tukang parkir di sebuah toko perlengkaan elektronik, ia biasanya mulai menjaga parkiran sejak pukul 10.00-21.00 WIB. Dengan pengasilan yang rata-rata sama dengan tukang parkir kebanyakan yaitu 150,000-200,000 perharinya.


Narasumber 4
Pak Sigit adalah seorang laki-laki yang berusia 41 tahun yang tinggal di Jl.Fatmawati, berprofesi sebagai tukang parkir di Stationary di daerah Depok, Pak Sigit yang lulusan dari Sekolah Menengah Atas ini lebih memilih profesinya sebagai tukang parkir, sama dengan tukang parkir lainnya ia beralasan karena tidak lagi ada pekerjaan yang dapat ia lakukan. Pekerjaan ini sudah ia tekuni kurang lebih 2 tahun lamanya, suka duka pun sudah ia rasakan selama menjadi tukang parkir mulai dari tidak dibayar pengunjung sampai dimarahi ia sudah terbiasa dengan itu semua.


Narasumber 5
Pak Ahmad Jaenudin adalah seorang laki-laki yang berusia60 tahun yang sudah bekerja selama 6 tahun sebagai penjaga parkir di Donate Ello, yang sebelumnya ia bekerja sebagai buruh , setiap harinya penghasilannya tidak menentu, dalam sehari biasanya ia dapat 125rb-150rb, namun Pak Jaenudin tetap tidak berkecil hati dan selalu bersyukur dengan pekerjaannya sekarang ini.

Dapat disimpulkan bahwa mereka memilih bekerja sebagai tukang parkir, karena faktor pendidikan yang hanya  lulusan dari Sekolah dasar yang menyebabkan mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik juga faktor ekonomi yang kurang baik. Bahwa mereka yang bekerja sebagai penjaga parkir memiliki berbagai macam pengalaman suka duka  selama menjadi penjaga parkir, mulai dari banyak yang tidak membayar parkir, dimarahi karena dianggap salah dalam memarkir kendaraan dan lain sebagainya. Namun dibalik duka yang mereka alami dalam menjaga parkir, mereka tetap merasa senang dan menikmati pekerjaannnya yang dapat membantu menjaga kendaraan-kendaraan masyarakat dan tetap bekerja dengan ikhlas.

Saya melakukan observasi ini, dan dapat kita lihat bahwa masih banyak penjaga parkir diluar sana yang ikhlas dan mau memberikan jasanya untuk menjaga kendaraan-kendaraan yang terparkir meski sering kali tidak dihargai. Mereka melakukan profesi sebagai penjaga parkir bukan sepenuhnya keinginan mreka, itu karena keterpaksaan sudah tidak ada lagi pilihan pekerjaan yang dapat mereka lakukan karena keterbatasan pendidikan juga kemampuan yang mereka miliki. Maka dari itu kita yang sebagian besar merupakan pengguna jasa penjaga parkir tersebut, mulailah perduli dan tidak lagi memandang sebelah mata para penjaga parkir, sebab karena nya kendaraan yang kita parkir menjadi aman.

Sudah semestinya kita sebagai masyarakat saling perduli dengan sesama, tanpa membeda-bedakan status. Sebaiknya jika kita melihat ada seorang penjaga parkir yang sedang memarkirkan kendaraan, ucapkanlah terimakasih dan memberikannya upah meskipun nilainnya tidak besar, setidaknya penjaga parkir tersebut akan merasa dihargai kehadirannya.

Nama Dosen   :    Dra. Rita Wahyuni
Kegiatan         :    Observasi Tukang Parkir di daerah Margonda Depok
Mata Kuliah    :    Modern Office Administration


Penulis : Theola Augusta - AP202

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar