Pemenang perlombaan Seal 2016

shares |



Ini merupakan moment dimana saya untuk pertama kalinya mengikuti lomba di kampus LP3I Depok. Lomba yang saya ikuti yaitu “News Reading English”. Saya diberikan kepercayaan dari teman-teman sekelas saya untuk menjadi perwakilan di perlombaan tersebut. Jujur saja, awalnya saya sangat tidak percaya diri untuk mengikuti lomba ini karna saya merasa malu dan berfikir bahwa kemampuan saya tidak akan dapat menyaingi peserta yang lainnya,apalgi lomba internal ini diikuti oleh seluruh kelas di LP3I Depok. Namun teman-teman saya selalu menyemangati dan mayakinkan saya bahwa saya akan berhasil. Kalaupun gagal itu  merupakan hal yang biasa sebagai pembelajaran. Akhirnya saya memberanikan diri. Saya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk berlatih public speaking dirumah dengan tema yang saya dapatkan saati itu yaitu penjualan ginjal. Saya mencari berita yang up to date mengenai hal tersebut dan berlatih untuk pengucapan agar tidak salah. Mendekati hari ‘H’ saya benar-benar merasa nervous dan tidak Percaya diri. Karna mengetahui saingan dari kelas lain sangatlah bagus dalam berbahasa inggris. Namun,saya coba untuk tenang. Bahkan saya tidak member tahu orang tua saya kalau saya akan mengikuti lomba. Setelah hari ‘H’ saya bangun pagi-pagi sekali untuk berlatih kemudian saya mandi,solat subuh, dan sarapan. Saya berpamitan kepada ibu dan bapak saya dengan berkata “doain ratih ya bu pak,hari ini ratih ikut lomba” dan ibu saya berkata “lomba apa? Kok kamu baru bilang sekarang…tp yasudah semoga berhasil jangan lupa berdoa terlebih dahulu”. Kemudian saya berangkat ke kampus disana sudah banyak peserta lain yang menunggu. Dan saya semakin gugup ketika mengetahui ada 3 orang juri yang akan menilai saya salah satunya dosen bahasa inggris saya sendiri yaitu miss.Neni saya mendapat giliran nomer 4. Saya berdoa terus menerus supaya saya dimudahkan saat maju nanti. Tiba giliran saya, saya menarik nafas dalam-dalam dan mengucapkan “bismillah” saya berusaha membawakan berita sesuai tema yang saya dapatkan dengan semampu yang saya bisa. Tangan saya sangat dingin melihat penonton dan peserta lain dihadpan saya. Setelah semuanya selesai saya mengucap Alhamdulillah karna telah dimudahkan dan sya ingin segera pulang karna tidak sanggup mengetahui siapa yang akan memenangkan lomba tersebut. Namun teman saya selaku panitia menahan saya agar saya mengikuti acara sampai selesai. Saat diumumkan peserta yang maju kembali ke babak final saya sangat takut dan jantung saya berdegup, namun tanpa disangka nama saya masuk kedalam 3 besar . kemudian saya mengikuti babak final dengan perasaan takut namun saya tetap berusaha sebaik mungkin. Tibalah saat penilaian. Presenter membacakan pemenang lomba secara mundur atau dimulai dari juara 3. Juara tiga diraih oleh Desak Putu Thyas ,saya semakin deg-deg an karna hanya tinggal saya dan dewi dari kelas AP (Administrasi Perkantoran). Namun tanpa disangka pemenang juara kedua yaitu dewi yulianti dari kelas  AP102 dan itu artinya sayalah pemenang Juara kesatu dilomba tersebut. Seketika itu juga saya mengucap syukur dan saya sedikit masih tidak percaya saya mendapat peringkat 1 di lomba kali ini. Saya benar-benar senang. Saya pulang dan memberitahukan kabar tersebut kepada kedua orangtua saya. Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman saya yang mendukung saya. Serta tentunya doa kedua orangtua saya. Melalui pengalaman ini saya belajar banyak hal salah satunya  bahwa “JANGAN SAMPAI RASA TAKUTMU MENGALAHKAN SEGALANYA” .
Sekian dan terimakasih telah membaca pengalaman saya kali ini ;)

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar