Observasi ke Museum Seni Rupa dan keramik

shares |

Observasi ke Museum Seni rupa dan keramik
 
Museum sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal mempunyai fungsi menyimpan benda-benda yang memiliki nilai seni dan budaya, harus memberikan manfaat pengetahuan kepada masyarakat, sekaligus berperan sebagai pusat informasi, pusat belajar, serta pusat rekreasi. Oleh karena itu, museum harus memiliki kelengkapan data dan dokumentasi sesuai dengan substansinya. Museum Seni Rupa Dan Keramik merupakan salah satu museum yang terletak di kawasan Kota tua Jakarta, menyimpan berbagai karya seni rupa dan keramik baik dari nusantara maupun mancanegara.
Penyajian Koleksi dalam bentuk multimedia dapat meningkatkan pengetahan masyarakat serta memberikan kesadaran masyarakat mengenai sejarah dan apresiasi terhadap peninggalan budaya.
Alasan kelompok kami memilih tempat ini karena Museum Seni Rupa Dan Keramik adalah salah satu tempat yang tepat sebagai objek kegiatan pengamatan bagi Masyarakat luas karena dapat memberi pengetahuan mengenai semua informasi yang berkaitan dengan Seni Rupa Dan Keramik.

 Tujuan outing class
Outing Class sebagai cara implementasi dari mata kuliah Principle Manajement dalam menerapkan fungsi-fungsi management yang terdiri dari POAC (Planning, Organization, Actuating  And Controlling). Fungsi management itu diimplementasikan dalam pembuatan Proposal kegiatan Outing Class/ Observasi yang mencakup 5W + 1H

Waktu & Tempat Kegiatan
Kegiatan Acara ini dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2015 pukul 09.00 s/d Selesai, diadakan di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta

Nama Kegiatan
Kujungan Ke Museum Seni Rupa Dan Keramik Jakarta
Bentuk Kegiatan
Outing class dan Sarana Pendidikan
Peserta Kegiatan
Anita Hanin
Laila Nadia
Selby Raditia

Susunan Kepanitiaan
Selby Raditia = Ketua Panitia
Anita Hanin = Seksi Keuangan dan Konsumsi
Laila Nadia = Seksi Transportasi

Susunan Acara
No
Hari/Tanggal
Waktu
Acara

1. Jum’at, 04 Desember 2015
08.30 – 10.00
Perjalanan

2. Jum’at, 04 Desember 2015
10.00 – 10.30
Sampai Tujuan & Pembukaan

3. Jum’at, 04 Desember 2015
10.30 – 12.00
Kunjungan Museum

4. Jum’at, 04 Desember 2015
12.00 – 12.45
Ishoma

5. Jum’at, 04 Desember 2015
12.45 – 13.30
Foto Sekitar Museum

6. Jum’at, 04 Desember 2015
13.30 – 14.30
Penutup & Pulang



Laporan Keuangan
Transportasi (Laila Nadia) : 16.000/Orang X 3 = Rp 48.000
Tiket Masuk Museum (Anita Hanin) : 3000/Orang X 3 = Rp 9000
Konsumsi (Anita Hanin) : 20.000/Orang X 3 = Rp 60.000
Total Per Orang Rp 39.000 X 3 = 117.000
Total 48.000 + 9000 + 60.000 = Rp 117.000


Sejarah Singkat Museum
Gedung yang dibangun pada 12 Januari 1870 itu awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia-Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Saat pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, tempat itu dimanfaatkan oleh tentara KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI. Pada 10 Januari 1972, gedung dengan delapan tiang besar di bagian depan itu dijadikan bangunan bersejarah serta cagar budaya yang dilindungi. Lalu pada tahun 1973-1976, gedung tersebut digunakan untuk Kantor Walikota Jakarta Barat dan baru setelah itu diresmikan oleh Presiden (saat itu) Soeharto sebagai Balai Seni Rupa Jakarta. Pada 1990 bangunan itu akhirnya digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang dirawat oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.
Fasilitas Museum Seni Rupa Dan Keramik Museum Seni Rupa dan Keramik menawarkan berbagai fasilitas wisata yang bervariatif, mulai dari studio gerabah, yang bisa digunakan oleh para pengunjung untuk belajar membuiat gerabah, hingga Museum Kontemporer jakarta, yaitu ruangan yang menyimpan berbagai karya seni kontemporer dari berbagai seniman Jakarta.  Dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 03.00 sore, museum ini pada waktu-waktu tertentu juga kerap menggelar bergai acara menarik, seperti lomba melukis anak-anak, pameran instalasi seni dari banyak seniman, hingga diskusi seputar dunia keramik dan seni rupa. Lebih dari sekadar museum, Museum Seni Rupa dan Keramik tak hanya memamerkan berbagai koleksi seni yang langka, namun juga mampu memperkaya pengetahuan pengunjung akan sejarah seni rupa yang panjang.
Koleksi Museum Seni Rupa Dan Keramik.
Museum ini memiliki 500-an karya seni rupa terdiri dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda seperti patung, totem kayu, grafis, sketsa, dan batik lukis. Diantara koleksi-koleksi tersebut ada beberapa koleksi unggulan dan amat penting bagi sejarah seni rupa di Indonesia, antara lain lukisan yang berjudul ‘Pengantin Revolusi’ karya Hendra Gunawan, ‘Bupati Cianjur’ karya Raden Saleh, ‘Ibu Menyusui’ karya Dullah, ‘Seiko’ karya S.Sudjojono, dan ‘Potret Diri’ karya Affandi. Patung yang bercirikan klasik tradisional dari Bali, totem kayu yang magis dan simbolis karya I Wayan Tjokot dan keluarga besarnya. Totem dan patung kayu karya para seniman modern, antara lain G.Sidharta, Oesman Effendi, disusul karya-karya ciptaan seniman lulusan akademis, misalnya Popo Iskandar, Achmad Sadali, Srihadi S, Fajar Sidik, Kusnadi, Rusli, Nashar, Zaini, Amang Rahman, Suparto, Irsam, Mulyadi W, Abas Alibasyah, Amri Yahya, AS Budiman, Barli, Sudjana Kerton, dan banyak seniman dari berbagai daerah. KOLEKSI KERAMIK Koleksi Keramik di museum ini jumlahnya cukup banyak, terdiri dari keramik lokal dan keramik asing. Keramik lokal berasal dari sentra industri daerah antara lain Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Purwakarta, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok dan lain-lain. Museum ini juga memiliki keramik dari Majapahit abad ke-14 yang menunjukkan ciri keistimewaan yang indah dan bernilai sejarah yang mempunyai keragaman bentuk serta fungsi. Keramik asing meliputi berbagai bentuk, ciri, karakteristik, fungsi dan gaya berasal dari China, Jepang, Thailand, Eropa. Terbanyak dari China terutama pada masa Dinasti MIng dan Ching.          

Jam buka dan jam kunjung Museum
JAM KUNJUNG Selasa s.d Kamis : 09.00 – 15.00 Jumat                : 09.00 – 14.30 Sabtu                : 09.00 – 12.30 Minggu              : 09.00 – 15.00 Tutup pada Senin & Hari libur nasional  KARCIS MASUK  Dewasa                        : Rp 5000/orang Mahasiswa                   : Rp 3000/orang Anak-anak/pelajar        : Rp 2000/orang


 Lokasi Dan Akses
Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di Jalan Pos Kota No 2, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Museum yang tepatnya berada di seberang Museum Sejarah Jakarta itu memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia.
Berikut dokumentasi dari foto-foto observasi kami.


Penulis : Selby Raditya - AP 202


















Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar