kegiatan observasi pedagang kaki lima di stasiun depok baru

shares |









Kegiatan ini saya lakukan untuk mengetahui permasalahan dan kendala saat berjualan dan untuk memenuhi tugas dosen matakuliah manajemen modern dosen Dra. Rita Wahyuni,M.Si
Setelah pulang kuliah sekitar 12.30 wib saya bersama teman saya Laila nadya berangkat ke stasiun depok baru lalu kami mulai mencari informasi sebanyak-banyak nya saat bertemu 
 


pedagang rujak buah di belakang ITC  kami pun meminta waktu sebentar kepada bapak penjual buah dan kami dipersilahkan untuk bertanya
Apa saja kendala yang dihadapi saat jualan ?
Berapa pengahasilan perhari ?
Mengapa memilih berjualan di Jakarta ?
Apa pernah mengalami kerugian ?
Bapak itu menjawab : kendala yang dihadapi saat hujan adalah dagangan tidak habis karena musim panas lebih menarik orang untuk membeli rujak
Penghasilan perhari sekitar 80000 rupiah ,dia memilih bekerja disini karena pekerjaan di kampong sangat sulit dan ingin merubah nasib dengan berjualan di Jakarta dia berjualan di ITC sekitar 4 tahun terakhir dan tinggal di Jakarta bersama keluarga , ia pernah mengalami kerugian tidak laku sama sekali karena waktu berdagang hujan turun deras ,dan kebanyakan orang memilih untuk makan dan minum yang hangat saat cuaca hujan.


Lalu saya juga bertemu seorang anak penjual tisu di depok baru saya pun mewawancari anak itu
Mengapa dia berjualan tisu ?
Dia sekolah atau tidak ?
Tinggal dimana dia ?
Dia menjawab dia bersekolah di dekat Stasiun depok baru tidak jauh setiap hari merupakan kegiatan yang rutin untuk dirinya membantu berjaulan tisu di stasiun , ia tinggal di dekat kantor PLN depok
Kesimpulan yang saya ambil dari kedua wawancara :
Jangan pernah menyerah atas yang terjadi karena kesuksesan itu dapat kita raih dengan kerja keras ,dan doa ,berani bermimpi setinggi langit karena yang dapat menentukan masa depan kita sendiri

 
Nama Dosen   :    Dra. Rita Wahyuni
Kegiatan         :    Observasi Pedagang kaki lima di stasiun depok baru
Mata Kuliah    :    Modern Office Administration


Penulis : Fitri yanih AP 202





Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar